![]() |
Pier/jetty/jembatan |
![]() | |
Quay/wharf |
Pemilihan tipe dermaga sangat dipengaruhi oleh kebutuhan yang akan dilayani, ukuran kapal, arah gelombang dan angin, kondisi topografi dan tanah dasar laut, dan tinjauan ekonomi untuk mendapatkan bangunan yang paling ekonomis. Pemilihan tipe dermaga disesuaikan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi tipe struktur dermaga adalah sebagai berikut (Triatmodjo, 1996 : 157-159 dalam HSB, 2009) :
- Tinjauan topografi daerah pantai
- Jenis kapal yang dilayani
- Daya dukung tanah.
Menurut Suraji (2011), ada beberapa tipe struktur dermaga, antara lain :
- Dermaga tipe gravitasi
- Dermaga tipe tiang turap
- Dermaga tipe tiang turap dengan pelantar peringan
- Dermaga tipe bendungan elak berongga tiang turap baja
- Dermaga tipe bendungan elak ronggo pelat baja
- Dermaga tipe pir terbuka dengan taing pancang vertikal
- Dermaga tipe pir terbuka dengan pasangan tiang pancang miring
- Dermaga tipe pir pir terpisah
- Dermaga tipe pir terapung
- Dermaga tipe tambatan kapal di laut lepas (dolpin)
- Dermaga ‘quay wall’
- Dermaga quay wall adalah dermaga yang dibuat sejajar pantai dan relatif berhimpit dengan pantai (kemiringan pantai curam).
- Konstruksi dermaga biasanya dibangun langsung berhimpit dengan areal darat.
- Kedalaman perairan cukup memadai dan memungkinkan bagi kapal merapat dekat sisi darat (pantai). Kedalaman perairan tergantung kepada ukuran kapal yang akan berlabuh pada dermaga tersebut.
- Kondisi tanah cukup keras
- Pasang surut tidak mempengaruhi pada pemilihan tipe struktur tetapi berpengaruh pada detail dimensi struktur yang dibutuhkan.
- Dermaga ‘dolphin’ (trestel)
- Dermaga dolphin adalah sarana tambat kapal yang fasilitas bongkar muatnya ada di haluan atau buritan.
- Jarak kedalaman perairan yang disyaratkan dari pantai relatif cukup panjang.
- Terdapat konstruksi tambahan berupa jembatan dermaga (trestel), tanggul atau dapat juga keduanya.
- Sarana tambat yang akan direncanakan terdiri dari struktur breasting dan mooring yang dihubungkan dengan catwalk.
- Posisi breasting berfungsi utama sebagai sarana sandar kapal, tapi juga dapat berfungsi sebagai sarana tambat kapal jika dipasang bollard, sedangkan mooring dolphin berfungsi menahan kapal sehingga tetap berada pada posisi sandar.
- Pasang surut tidak mempengaruhi pada pemilihan tipe struktur tetapi berpengaruh pada detail dimensi struktur yang dibutuhkan.
- Dermaga apung/system Jetty (Pier)
- Dermaga ponton baja yang mempunyai keunggulan mudah untuk dibuat tetapi perlu perawatan, khususnya yang digunakan dimuara sungai yang airnya bersifat lebih korosif.
- Dermaga ponton beton yang mempunyai keunggulan mudah untuk dirawat sepanjang tidak bocor.
- Dermaga ponton dari kayu gelondongan, yang menggunakan kayu gelondongan yang berat jenisnya lebih rendah dari air sehingga bisa mengapungkan dermaga.
![]() |
Jenis Dermaga |
Desain Dermaga
Dasar pertimbangan dalam perencanaan dermaga adalah sebagai berikut (Wikipedia, 2012) :
- Posisi dermaga ditentukan oleh ketersediaan lahan dan kestabilan tanah disekitar sungai.
- Panjang dermaga dihitung berdasarkan kebutuhan kapal yang akan berlabuh, dasar pertimbangan desain panjang dermaga yang bisanya dijadikan acuan adalah 1.07 sampai 1,16 panjang kapal (LOA)
- Lebar dermaga disesuaikan dengan kemudahan aktivitas bongkar muat kapal dan pergerakan kendaraan pengangkut di darat.
- Letak dermaga dekat dengan fasilitas penunjang yang ada di daratan.
- Elevasi dermaga ditentukan dengan memperhatikan kondisi elevasi muka air sungai/pasang surut.
![]() |
Design Dermaga |
- Desain Dermaga Quay Wall
Struktur wall sangat tergantung kepada beberapa hal sebagai berikut:
- Kondisi tanah, merupakan faktor utama dalam penentuan jenis quay wall yang akan dipilih
- Tekanan tanah
- Muatan pada dermaga, beban merata, beban titik, gaya-gaya mooring (yang diterima melalui bollard ataupun fender
- Kedalaman didepan dermaga
- Pengaruh pasang surut dan garis air
- Faktor-faktor sekunder lainnya seperti angin, arus, gelombang, dan beberapa faktor minor lainnya.
- Desain Dermaga Apung
- Beban statik dan beban hidup.
- Reaksi dari jalan akses (jembatan atau gangway).
- Tekanan hidrostatis.
- Beban mati.
- Gaya angkat.
By : Admin BCS Rubber Industry
Sumber Pustaka :
Anonymous, 2012. Pelayaran Sungai dan Danau/Pelabuhan Pedalaman. http://id.wikibooks.org/wiki/Pelayaran_Sungai_dan_Danau/Pelabuhan_Pedalaman#Dermaga.
HSB, Sahdan A. 2009. Analisa Kelayakan Ukuran Panjang Dermaga, Gudang Bongkar Muat Barang dan Sandar Kapal Study Kasus (Dermaga Ujung Baru-Pelabuhan Belawan) http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/11798/1/09E00659.pdf. TUGAS AKHIR. Fak. Teknik.USU.
Suraji, A. 2011. Pras. Transportasi: Pelabuhan. http://widyagama.ac.id/ajisuraji/wp- content/uploads/2011/12/Prasarana-Pransportasi Pelabuhan.pdf. page 11.
Triatmodjo, Bambang. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta. Beta Offset.
Gambar :
Pier/jetty/jembatan
Quay/wharf
Jenis-jenis Dermaga dan Jenis-jenis Quaywall
No comments:
Post a Comment